JellyPages.com

Sunday, May 15, 2011

Bon-bon ku sudah besar ^_^

my lovely cutey bon-bon
oh Bon-bon
walaupun lama menanti
kau membesar setiap hari
alangkah sakitnya hati
jika terlihat daunmu yang mati
...akan ku berusaha setiap hari
memastikan kau terus berdiri

^_^
 

Wednesday, April 27, 2011

정말 힘들어 T.T 제발 강해 져야 하난아~

Hidup kita kadang-kadang sangat gembira. Kadang-kadang sangat sedih. Kadang-kadang sangat senang lenang. Kadang-kadang perlu bersusah payah. Hidup ini seperti roda, kadang-kadang di atas, kadang-kadang di bawah.

Namun setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya...

Entah sudah berapa lama ujian dihadapi, namun mereka tidak pernah mengeluh jauh sekali berputus asa. Berat mata memandang, berat lagi bahu yang memikulnya. Aku yang melihat sahaja pun tidak dapat menahannya apatah lagi mereka yang menghadapinya.

Ujian yang mereka hadapi bukan ujian yang kecil. Ujian yang memerlukan kesabaran yang tinggi serta penyerahan diri kepada Allah Yang Maha Besar secara keseluruhan. Ujian yang mereka hadapi memerlukan pengorbanan diri, masa, tenaga dan wang ringgit. Kesemua pengorbanan ini memerlukan keikhlasan yang tulus. Umur mereka semakin meningkat. Anak-anak semakin membesar, keperluan mereka juga semakin bertambah tidak kurang juga keinginan mereka.

Berkat kesabaran mereka serta kefahaman anak-anak yang lain akan masalah yang dihadapi, sehingga ke hari ini, ujian ini dapat ditempuhi dan masih ditempuhi pada hari ini.

Alhamdulillah....Allah sayangkan kita. Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambanya. Walaupun payah, walaupun susah, Allah ada bersama kita.

لا يكلف الله نفسا إلا وسعها

Allah tidak memberi kesusahan seseorang hamba melainkan apa yang terdaya olehnya. [Al-Baqarah: 286]


  Ya benar. Bersabarlah...kerana apa yang engkau hadapi ini merupakan perkara yang engkau mampu hadapinya. Percayalah....

أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون. ولقد فتنا الذين من قبلهم فليعلمن الله الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين


Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu dugaan)? Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu sebelum mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang benar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahui-Nya akan orang-orang yang berdusta. [al-Ankabut: 2-3]


Tabahlah....ujian yang datang itu untuk membuktikan keimananmu. Maka tetaplah pada jalan yang Allah redhai agar kau mendapat ganjaran daripadaNya.


إن عظم الجزاء مع عظم البلاء ، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم ، فمن رضي فله الرضا ، ومن سخط فله السخط

Sesungguhnya besarnya ganjaran itu dinilai pada besarnya bala’ yang menimpa. Dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, maka akan mereka itu diberi dugaan. Oleh sebab itu barangsiapa yang redha – dengan ujian yang menimpa, dia akan memperoleh keredhaan Allah dan barangsiapa yang tidak maka padanya kemurkaan Allah. [Riwayat al-Tirmidzi, al-Albani menyatakannya sebagai hasan dalam Sahih dan Dha’if Sunan al-Tirmidzi.]


Percayalah....ujian yang ddatang ini tanda Allah cintakan kita....

أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يأتكم مثل الذين خلوا من قبلكم مستهم البأساء والضراء وزلزلوا حتى يقول الرسول والذين آمنوا معه متى نصر الله ألا إن نصر الله قريب

Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan harta benda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (dengan ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: “Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah). [Al-Baqarah: 214]


Allahuakbar. Melihat mereka begitu kuat menghadapi ujianMU YA ALLAH, ku sangka aku juga kuat untuk menghadapinya. Tetapi tenyata aku ini sangat lemah. Akhirnya hanya mampu menangis bersendirian. Ya Allah, tabahkan hati mereka yang menghadapi ujianMu ini dan kurniakanlah mereka kesabaran yang tinggi. Sesungguhnya Engkau Tuhan yang Maha Berkuasa. Amin.... 


اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنّا. اللهم إنّا نسألك العفو والعافية.  اللهم أنت السلام ومنك السلام وإليك يعود السلام، فحيّنا ربنا بالسلام، وادخلنا جنّة دار السلام، تباركت ربنا وتعاليت يا ذا الجلال والإكرام

Wednesday, November 24, 2010

Seoul endures life under the gun

By Andrew Salmon, for CNN
November 24, 2010 6:04 a.m. EST
A South Korean couple watch a public television screen broadcasting a report on North Korea's firing over the South Korean border island of Yeonpyeong at a bus terminal in Seoul on November 23
A South Korean couple watch a public television screen broadcasting a report on North Korea's firing over the South Korean border island of Yeonpyeong at a bus terminal in Seoul on November 23
STORY HIGHLIGHTS
  • Although no strangers to North Korean hostility, Seoul residents see this attack as different
  • The sight of columns of smoke rising from an artillery strike sent a frisson of real fear
  • It was the first such attack since the Korean War ended at midnight July 27, 1953
  • Seoul itself lies in range of massed, long-range North Korean artillery
Seoul, South Korea (CNN) -- On the surface, Seoul, the capital of economic powerhouse South Korea, is one of the most impressive cities in East Asia: Sprawling and prosperous, hi-tech and self confident.
But eight times a year, the traffic comes to a halt and crowds disappear from the streets as an eerie wail resounds across the city: The sound is a siren, and this is the minbangui, or civil defense exercise, designed to drill the population against a possible strike.

Seoul is a metropolis that lives in the gun sights of North Korea, one of the most dangerous states on the planet and just 40 miles (64 kilometers) north of downtown, yet Seoul residents have learned to live with the threat.

In recent years, North Korean provocations -- nuclear tests, missile firings, naval clashes -- have been more a subject for conversation in barbeque restaurants and late night pubs than lifestyle changers. Financial markets are barely moved by the latest threats; nobody is digging bunkers among their backyard kimchi pots. A blasé attitude has infiltrated the public consciousness after six decades of living with the North.
On Tuesday that attitude was rudely shaken after North Korean shells slammed into the South Korean island of Yeonpyong in the Yellow Sea.

The sight of columns of smoke rising from an artillery strike sent a frisson of real fear through this city of 12 million. It was the first such attack since the Korean War ended at midnight, July 27, 1953, and Seoul itself lies in range of massed, long-range North Korean artillery dug into the Demilitarized Zone.

Streets were jammed with traffic, as the news broke and people headed home to join families. Companies sent emails urging staff to remain calm. A European diplomatic dinner was half empty, as invited government officials on stage two alert -- one being the lowest level, four being war footing -- were obliged to remain at their stations.

"When I got home, the family discussed what we would do if war breaks out," said Kim Joon-hee, a Seoul-based accountant and mother of two. "This was especially shocking as it came after the Cheonan incident."

In March, the Cheonan, a South Korea warship, was sunk in the Yellow Sea with the loss of 46 lives, indicating a dangerous new level of aggression by North Korea. The isolated state is currently in the midst of a leadership succession process. In the words of North Korean expert Dr Andrei Lankov, incoming leader Kim Jong Un has to prove to his generals that, "...he is not a spoiled brat who spent his childhood eating Swiss pastries, but a tough leader -- a warlord in the making."

That was certainly the impression Seoul residents got on Tuesday.
"I had never seen South Korean buildings burning like that -- this was Iraq on Yeonpyong," said Sue Kim, a reporter at a leading daily. "It was kind of incredible, but then my reaction was this has been going on for half a century. I had forgotten that we live in a country at war."

The Korean War, which ended with a truce rather than a peace treaty, is a distant memory for most Seoulites: few know the details of the savage street combat that racked their city, or the fact that the capital changed hands four times. The only remaining signs of combat are the bullet and shrapnel damage in the masonry of ancient palaces, for most of the city has been built and rebuilt.

It is easy for the younger generation to overlook these scars, and the prominent U.S. military garrison -- headquarters of the 27,500 U.S. troops still stationed here as insurance against another invasion -- at Yongsan in the very heart of Seoul, is now an established part of the cityscape.

And whether the Cheonan and Yeonpyongdo incidents will permanently change attitudes is uncertain.
"Normally when the North Koreans misbehave, people don't care, but yesterday, people got nervous," said Robert Koehler, a 13-year expatriate and author of a Seoul guidebook. "People tend to get very angry, but then they settle down -- it is easy to get jaded."

But with the memories of one of the century's most devastating wars seared into their memories, the old generation cannot forget.

"For me this is nothing new," said Kim Song-hwan, a retired artist who lived through -- and painted -- the North Korean occupation of Seoul in 1950. "But it is kind of problematic that young people today are unconcerned about the danger of war."

The 20th century Korean War lasted three years and killed -- estimates vary -- between two and four million. A 21st century Korean War is likely to be shorter but, with Pyongyang possessing nuclear weapons, even deadlier.

And while Seoul in 1950 was a city that few people in the wider world had heard of, modern Seoul has tremendous international relevance as the capital of the world's 13th largest economy. Were it to come under artillery or nuclear attack, the tsunami that would sweep through global financial markets could be devastating.

Koreas on 'brink of war' because of Seoul, Pyongyang says

(CNN) -- North Korea on Wednesday blamed South Korea for driving them "to the brink of war," a day after the North shelled a South Korean island and killed four people.
South Korea provoked the shelling of Yeonpyeong Island by holding a military drill off their shared coast in the Yellow Sea, North Korea said.

Pyongyang made the accusation through its state media, referring to a military drill that Seoul holds every year.
"The puppet group dared make an uproar over 'a provocation' from someone and cry out for 'punishment' like a thief crying 'Stop the thief!'" the North's KCNA news agency said.

"The Lee Myung-bak group's treacherous and anti-reunification acts are intolerable as it vitiated the atmosphere for improving the inter-Korean relations overnight and drove the situation to the brink of war, challenging the desire of all the Koreans," KCNA said.

 
The Koreas clash
 
Attack on island in the Yellow Sea
 
 
Koreas urged to stand down
 
 
China concerned over shelling incident
 
The administration of South Korean President Lee Myung-bak said it was consulting the United States and other allies Wednesday, following the North's shelling.

"We have come to the judgment that what happened on Yeonpyeong Island was a definite military provocation against the Republic of Korea," the Lee administration said.

"The fact that they have indiscriminately fired upon a defenseless civilian zone was a brutally inhumane action, an illegal and intentional action against the U.N. constitution and the armistice between the North and South Korea."

The South said it was on high alert, but was calmly considering its actions.
"We have ordered to bring calm to the lives of people. For the deceased marines, we will give them honorable treatment and the funeral functions will be held on the coming Saturday," the Lee administration said.

"The close cooperation between the U.S. and South Korea will be maintained and there will be special measures for the damage done to the village."

Seoul on Wednesday announced 1 billion won ($875,583) in emergency money to repair damage wrought by Tuesday's shelling, which killed two South Korean marines and two civilians. The attack also injured 15 South Korean soldiers and three civilians, South Korea said.

The two civilians' bodies were found Wednesday on the coast of Yeonpyeong Island, South Korean coast guard said.

 
Gallery: North Korean attack
 
 
Map: N. Korea shells S. Korean island
The bodies of two men in their 60s were not recognized by residents of the sparsely populated island, leading officials to believe that they were construction workers from off the island, said Song Young-gil, mayor of Incheon.

Hundreds of South Koreans continued to evacuate from the island on Wednesday. Some residents said they were too afraid to ever return. They described being terrified as North Korean shells landed in and around their homes Tuesday.

On Wednesday, South Korea's Yonhap news agency reported that five buildings were directly hit and 22 were damaged during the attack. Photos provided by South Korean coast guard on Wednesday showed demolished and damaged homes.

The Yellow Sea is a longstanding flash point between the two Koreas. In March, 46 South Korean sailors died there when their warship was torpedoed. Seoul says Pyongyang sank the Cheonan, which the North has denied.

The United States said Wednesday that it would hold military drills with South Korea in the Yellow Sea starting on Sunday.

"This exercise is defensive in nature. While planned well before yesterday's unprovoked artillery attack, it demonstrates the strength of the ROK-U.S. alliance and our commitment to regional stability through deterrence," U.S. Forces Korea said.

"The USS George Washington carrier strike group will join Republic of Korea naval forces in the waters west of the Korean peninsula from Nov. 28 to Dec. 1 to conduct the next exercise in the series announced at the 2+2 meetings in July."

The United States has about 28,500 troops deployed in South Korea. A U.S. defense official said more than 50 U.S. Navy vessels are in the area, including a carrier strike group led by the USS George Washington.
The North Korean shelling has put the entire region on edge.

On Wednesday, Japanese Prime Minister Naoto Kan said, "North Korea's artillery attack on South Korea was an attack on an area where ordinary citizens live. This is an unforgivable act of barbarism. We have been strongly condemning North Korea for this action and will continue to do so."

"This attack created extreme anxiety not only in South Korea, but also in the East Asia region, including Japan. We must tackle this issue with close coordination with South Korea, as well as the United States. At the same time, we urge China, which holds a strong influence over North Korea, to make an effort to suppress such action by North Korea."

China, which is North Korea's key ally, has responded obliquely to Tuesday's shelling.
"We have taken note of relevant reports and express our concern. Relevant facts need to be verified and we hope both parties make more contributions to the stability of the peninsula," Chinese foreign ministry spokesman Hong Lei said.

Beijing sustains North Korea with food, arms and fuel. International sanctions over the North's nuclear program have isolated the country. Its people have gone hungry as Pyongyang has poured money into its military and nuclear programs.

Wednesday, August 25, 2010

Adui ai~

Lama betul dah tak update blog ni. tak tahu nak tulis apa. :-P. sekarang ni musim Mid-term kat UIA. Mula lah rutinku menjelang exam ni (tidur lewat dan kadang-kadang tak tidur). Aish, susah betul nak ubah. Sebabnya study last minute. huhu. Ini lah habit ku yang tak diubah-ubah sejak aku dilahirkan. T.T.

Masa nak mid term ni lah banyak dugaan nye. Program sana-sini. Assignment berlambak. due date itu, due date ini. Arghhhh, bikin stress saja.

Sebenarnya Sarah dah lama pesan untuk sentiasa buat plan apa yang kite nak buat esok. Bagus Sarah ni (mesti kene marah kalau die tahu aku cakap macamni. hehehe). Masalahnye, susah betul nak start buat.

aish....

Sekadar memenuhi ruang blog ini. Tsk tsk....T.T

Thursday, June 3, 2010

Selamat Hari Sahabat

Sebelum seorang kawanku memberi sepotong kad yang mengucapkan Selamat Hari Sahabat kepadaku masa aku form 5 dulu, tak pernah aku tahu ada sambutan hari sebegini. Haha...Waktu tu aku pelik sungguh, bila masa pulak ada hari sahabat ni? Tak pernah tahu pun. Aish...ceteknye pengetahuan aku.

Kalau tak salah aku lah, waktu aku dapat kad tu adalah pada tanggal 1 Ogos 2006. Jadi, hari ni disambut sabagai hari sahabat setiap tahun. Tapi, baru-baru ni iaitu pada tanggal 29 Mei 2010, adik aku Yasmin yang sekarang darjah 5 telah menyambut Hari Sahabat beserta Hari Lahir sekali (28 Mei) bersama rakan-rakan karibnya di Taman Tasik Cempaka Bandar Baru Bangi. Sepatutnya lebih kurang 9 orang yang hadir tetapi pagi tu ramai kawan-kawan Yasmin ada hal lain, jadi yang datang hanya lah sekeluarga yang terdiri daripada ibu, ayah dan 5 orang anak mereka. Yang sulungnya adalah kawan Yasmin yang bernama Adilah.

Pelik aku. Bukan ke Hari Sahabat tu 1 Ogos? Aku pun tanyelah kat Ummi macam orang dungu "Ummi, kenapa Yasmin tiba-tiba nak buat hari sahabat ni?". Ummi yang pelik dengan soalan aku pun menjawab, "eh apa salahnya, kan bagus spend time dengan kawan-kawan ringan-ringan macam ni. Lagipun nak sambut birthday die skali. Memang biasa lah Yasmin buat ngan kawan-kawan die. Setiap tahun ada". OOOOh, bagus nyer adik aku ni. haha...lepas tu baru aku faham, mana ada Hari Sahabat yang khas. Setiap hari pun Hari Sahabat. Macam Hari Ibu, Hari Ayah. Cuma Hari Lahir je lar yang bukan setiap hari. hehe

Seronok aku tengok ibu dan ayah mereka. Si ibu baru melahirkan anak lelaki yang baru berusia 40 hari. Aku tengok baby tu kecik lagi. Comelll sangat. Aku yang tak de pengalaman ni tanyela dah berapa bulan? Si ibu dengan tersenyum kecil menjawab 40 hari. Wakaka, aku dengar jawapan tu tergelak besar aku (dalam hatilah dan malu jugak).Si ayah memanggil isterinya dengan panggilan sayang. Si isteri pun begitu juga. Anak-anak mereka bermain dengan gembira. 

Waktu aku sampai dengan Yasmin dan Widyan (adik bawah Yasmin dan si bongsu yang tak macam bongsu), mereka semua sedang bermain badminton. Aku sampai dengan membawa gula-gula, kek potong dan kek batik. Rupa-rupanya Yasmin tak bagi tahu pun yang Hari Sahabat ni nak sambut sekali dengan Hari Lahir dia. Haha, bagus lah adik aku ni. Pandai buat surprise ^_^. Adik bagus, kakaknya pun bagus gak. ngehehe

Kawan, Sahabat dan Teman



Kawan, sahabat dan teman secara amnya membawa maksud yang sama. Tetapi sekiranya kita melihat secara mendalam, ianya mempunyai maksud tersirat yang berlainan. Betul ke ??
Kawan
Semua orang mempunyai kawan termasuk aku sendiri. Setiap orang kita kenali, yang kita dampingi adalah kawan. Sama ada disekolah, pejabat atau dimana sahaja, mereka adalah kawan. Sekiranya kawan itu sentiasa bersama kita dan sanggup menolong kita dikala susah, tahniah kerana anda telah mempunyai seorang sahabat.


Sahabat
Maksud sahabat sama seperti kawan akan tetapi mempunyai makna yang lebih mendalam. Seorang sahabat sentiasa bersama kita sama ada kita senang mahupun susah. Mereka akan menolong kita sekiranya kita dilanda kesusahan. Jika orang yang kita panggil sahabat hanya bersama kita dikala senang dan meninggalkan kita ketika susah, maka orang itu bukanlah seorang sahabat. Ia hanyalah dikategori sebagai kawan atau ikut suka kamulah.
Teman
Teman juga mempunyai maksud yang sama seperti kawan atau sahabat tetapi ianya juga mempunyai makna yang lebih dalam dari sahabat. Teman juga sama seperti sahabat tetapi dia sanggup bersama kamu selamanya. Dia akan menemani kamu dikala kamu susah dan kesepian. Menghiburkan hati dan membawa kegembiraan didalam hidup kamu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bukan senang nak dapat seorang sahabat dan teman. Kawan ramai lah, tapi bukan semuanya sahabat. Jadi, boleh dikira sahabat ni macam best friend lar. Sahabat adalah keluarga kita yang kedua. Biasanya, masalah yang kita hadapi lebih senang kita kongsikan bersama sahabat berbanding dengan keluarga kita sendiri. Bagi mereka yang duduk berjauhan dengan keluarga, sahabat adalah orang yang paling banyak kita luangkan masa bersama dengan mereka. Semakin lama kita bersahabat dengan mereka, semakin rapat kita dengan mereka dan semakin kita kenal masing-masing dengan lebih mendalam. 

Dalam bersahabat, kita tidak lari daripada segala bentuk ujian. Kadang-kadang bergaduh, kadang-kadang gembira, kadang-kadang sedih dan bermacam lagilah kadang-kadang...Namun bagi aku, lebih banyak masalah yang timbul antara sahabat, semakin rapatlah mereka jika masalah yang dihadapi dapat diatasi dengan betul dan dengan cara yang baik. Bukan dengan sahabat je, dengan siapa-siapalah yang kita bersosial kalau dapat atasi masalah yang timbul dengan baik, maka mereka akan lebih dapat memahami diri masing-masing dengan lebih baik.

Antara permulaan terbesar timbulnya sesuatu masalah antara sahabat adalah disebabkan oleh salah faham. Hanya kerana salah faham yang berlakulah menyebabkan berlakunya pergaduhan antara sahabat sehingga ke tahap tidak bertegur sapa. Sedih aku tengok akibat salah faham yang berlaku antara sahabat, nak tengok muka pun tak mahu. Dulu bukan main, makan sama-sama, pergi kelas sama-sama, kongsi barang yang ada. Baju aku baju ko jugak. Pensil aku pensil ko jugak. Tapi sekarang, dengar nama pun tak boleh. Parah...memang parah dan menyedihkan. Macam mana boleh jadi sampai macam tu. Semuanya akibat salah faham. 

Dan salah faham ini juga boleh dielakkan dengan bersangka baik. Sebelum kite marah kawan kite datang lambat, datangkan dulu sebarang kemingkinan yang menyebabkan dia datang lambat. Jangan terus nak marah. Bile kite dengar orang cakap kawan kite ni cakap buruk pasal kite, sangka baik dulu, mungkin orang yang sampaikan berita tu tersilap dengar atau tersalah faham dengan apa yang kawan kite cakapkan.
Perkara ni memang sangat susah untuk dipraktikkan. Ramai orang yang cepat terpengaruh dengan nafsu amarah dan ditambah bila ditambah dengan hasutan syaitan, ianya akan bertambah buruk. Oleh itu, kita haruslah mendidik diri supaya tidak mengikut nafsu secara melulu dan berfikirlah sebelum melakukan sesuatu perkara. Fikirlah apa akibatnya kalau kita percaya kata-kata yang menipu. Fikirlah akibatnya kalau kita marah sahabat kita tanpa usul periksa sedangkan sahabat kita berada di pihak yang benar. Semuanya harus difikirkan terlebih dahulu. 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)”

~Berilah saudaramu 70 alasan (kemaafan) sebelum kau menghukumnya~

Tuesday, June 1, 2010

ILTIZAM - RABBANI


Iltizam

Album : Epik
Munsyid : Rabbani
http://liriknasyid.com


Di depan sana harapan menantikan
Munculnya wahana sinar kejayaan
Yang bisa bangun setelah direbahkan
Diratap kecewa sepi sendirian

Iltizam kita perlulah ditingkatkan
Sahsiah kan hebat menyerlah
Iman kita itulah kekuatan
Berjihad di segala bidang

Bukalah minda kan terlihat rahsia
Apa yang difikir menyingkap yang zahir
Betapa bijana kebijaksanaan
Mentafsir perkasa ilmu diilhamkan

Nilai hidupkan bererti
Maruah dihargai
Islam terus dihormati
Indah dihayati

Iltizam kita perlulah ditingkatkan
Sahsiah kan hebat menyerlah
Iman kita itulah kekuatan
Berjihad di segala bidang

Bukalah minda kan terlihat rahsia
Apa yang difikir menyingkap yang zahir
Betapa bijana kebijaksanaan
Mentafsir perkasa ilmu diilhamkan

Nilai hidupkan bererti
Maruah dihargai
Islam terus dihormati
Indah dihayati

Sandiwara tipuan khayalan
Kejahilan mainan syaitan
Emosi bukanlah penyesaian
Wibawa semoga yang beriltizam?